Pengalaman jual gorengan

Jangan bilang seumur hidup belum pernah melihat pedagang gorengan di pinggir jalan. Justru mungkin sebagian besar dari kita ialah konsumen mereka (termasuk saya).
Nah, usaha ini ternyata tidak membutuhkan modal dana yang terlalu besar lho

Jangan pernah pandang sebelah mata para pedagang gorengan, walaupun tidak semua pedagang gorengan itu sukses, namun tidak banyak yang ternyata sanggup membiayai anaknya hingga ke bangku perkuliahan (di kota Bandung saya pernah ngobrol dengan seorang pedagang gorengan yang masih membiayai anaknya untuk S2 di luar negeri)

Lupakan gengsi, lupakan JAIM. Knapa? Seseorang yang MALU akan susah untuk sukses!!!
FYI: semasa saya SD, tiap pulang sekolah langsung mengambil 1 dus penuh buah manggis, lalu saya dagangkan di depan sekolah saya (sekolahan saya ga jauh dari rumah)
Saya jual 1 ikat (isi 3 manggis) seharga Rp.100 (pada jaman itu emang harganya segitu )

Hitungan Modal:

Gerobak Mini (no need to be fancy): Rp.2,5jt udah proper nih
Peralatan masak (kompor, spatula, dan lainnya): Rp.750rb
Plastik & Bungkus Kertas: Rp.250rb
Bahan belanjaan untuk digoreng beberapa hari: Rp.1jt (banyak banget mau goreng apaan )
Pajak preman dan lainnya untuk sebulan :Rp.300rb

Niat yang tulus, dan doa sebelum memulai usaha: FREE

Totalnya Rp. 4.800.000,-

Hitungan Laba Rugi Terparah:

Asumsikan saja bila dalam 1 hari hanya ada 30 orang yang membeli produk kita sebanyak masing-masing @Rp.10.000,- maka omset kita perhari ialah Rp.300.000,-
Omset 1 bulan: (300rb x 30hr) Rp. 9.000.000,-
Hitungan cost untuk gorengan ialah 50%-70% (ambil terbesar saja ya yang 70%)
Maka keuntungan kita selama 1 Bulan ialah (30% x 9jt)= Rp.3.000.000,-

Yang perlu diperhatikan:

ialah TEMPAT
ya, lokasi membuka usaha sangat memegang peranan penting dalam usaha ini, bayangkan saja bila kita membuka dagangan gorengan kita di dekat POSKO PREMAN
Gorengan akan habis, tp laci uang akan tetep kosong

Kalau kita buka di dekat kampus, sekolahan, pabrik, atau koskosan, biasanya lancar

lalu KUALITAS
apa susahnya sih bikin gorengan , eiitss…. jangan salah dulu. Kita harus pandai dalam memilih kualitas bahan makanan juga, Pisang yang kualitasnya baik namun harganya reasonable, tempe yang baik, tahu yang baik, dan semacamnya. Juga jangan lupa masalah kualitas RASA adonan nya
Kebayang nggak sih kalo kita makan gorengan rasanya seperti mengunyah GARAM BALOK .. atau sebaliknya, tidak ada rasa sama sekali

Bisa berkembang atau tidak:

Dengan hitungan matematika yang saya sebutkan diatas, bila tiap bulan kita menabung 30% dari keuntungan kita (900rb) maka dalam 5 bulan kita bisa menambah 1 Gerobak lagi
Dengan 2 gerobak, maka dalam waktu 10 Bulan dari sekarang anda bisa memiliki 4 gerobak

Tidak menutup kemungkinan suatu hari anda akan memiliki sebuah Franchise Brand Produk Gorengan khan

Ada Lagi Nih Tips nya:

SEGERA LAKUKAN
jangan terlalu banyak berpikir, namun tidak pernah mencoba Ane juga sedang praktek Lho…,Gan, Kebetulan lagi buka usaha siomay di Yogyakarta bagian utara.
Cara membuat display minuman di meja nyontek
Cara membuat tempat kasir nyontek
Pemilihan warna tempat nyontek
Pengaturan ruangan nyontek dari rumah makan yang beda produk
So far : buka dari Lebaran kedua, perhari ini masih tanpa promosi lho..(dan jalan)

untuk trik murah meriah juga nyontek ilmu dari Agan-agan yang lain
Garansi 99%: sharing marketing Murah Meriah dan Manjur

About these ads

One thought on “Pengalaman jual gorengan

  1. romy/putra says:

    mantab,mas/bro/pak?
    lagi pusing ni pak?abis di phk.dana cuman ada skitar 10jt,bingung mau usaha apa?mohon dibalas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s