Pelanggan adalah raja


Pelangan adalah yang perlu mendapat perhatian besar.
Singkatnya tidak ada yang lebih penting bagi perusahaan anda selain pelanggan anda sendiri, Tanpa pelanggan perusahaan anda mungkin tak akan bertahan dan berkembang sejauh ini.
pelanggan utama merupakan salah satu basis penting akan keberlangsungan suatu perusahaan.
Pada kenyataannya, sebagian besar dari kita lebih menyibukkan diri dengan segala urusan bagaimana mencari pelanggan baru dan ’melupakan pelanggan yang sudah ada’. Padahal, dengan mempertahankan pelanggan merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan.
Hal inilah yang menjadi basis utama untuk dapat  tetap mempertahankan bisnis yang tetap berkelanjutan.
Pelanggan setia bukanlah hal yang otomatis tersedia untuk perusahaaa anda melainkan perlu dibentuk dan dibina, pelanggan setia seperti harta karun yang banyak diburu. Pelanggan setiap detik pun mudah berpindah ke produk lainnya.
Apalagi jika kita tidak secepatnya mengantisipasi dan membaca kebutuhan pelanggan, Anda mungkin dapat benar-benar kehilangan pelanggan yang sangat berharga dalam waktu hitungan detik.
Pernahkah Anda menemukan pelanggan yang tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba menghilang? Tentu saja hal ini merupakan hal yang mudah terjadi.
Karena jika mereka tidak puas mungkin saja mereka sudah melakukan bisnis di tempat lain, dan mengajak teman-teman mereka untuk tidak melakukan bisnis dengan Anda Coba pikirkan apa yang akan terjadi bila Anda tidak diperlakukan dengan baik: apakah Anda biasa mengeluh? Kebanyakan mungkin mereka tidak akan mengeluh langsung di hadapan Anda. Mereka hanya mengatakan, “Saya tidak akan pernah datang lagi ke sini.” Suatu studi yang dilakukan oleh Technical Assistance Research Program menemukan bahwa 96% pelanggan tidak mengeluh ketika mereka mendapat masalah. Jika seorang pelanggan menyampaikan keluhannya, masih ada kemungkinan ia akan kembali lagi.
usahakan untuk tidak hanya menjual produk yang Anda miliki tetapi kenalilah siapa pelanggan Anda.
Sensitif terhadap kebutuhan pelanggan Anda, seperti apa yang dipikirkannya, apa yang diinginkannya, dan apa yang dirasakannya terhadap pelayanan dan produk Anda. Oleh karena itu, kenalilah kebutuhan pelanggan Anda. Pada dasarnya, ada empat kebutuhan dasar yang perlu diperhatikan dari pelanggan, yaitu (Martin, 2004):
1. Kebutuhan untuk merasa diterima
Siapapun yang berbisnis dengan Anda dan merasa dirinya diperlakukan sebagai orang asing, Pasti tidak akan kembali lagi.
2. Kebutuhan untuk merasa penting
Ego dan harga diri adalah kebutuhan manusia yang kuat. Pelanggan pasti akan merasa senang bila merasa dirinya penting dan diperlakukan secara khusus.
3. Kebutuhan akan kenyamanan
Pelanggan membutuhkan kenyamanan baik secara fisik dan psikologik. Secara fisik misalkan adanya tempat berbisnis yang nyaman, sedangkan kenyamanan psikologik  didapat dari kepastian bahwa mereka telah diperlakukan secara pantas dan memuaskan.

Apakah pelanggan yang tidak puas akan datang lagi kepada Anda?
Keluhan ditanggapi segera
9% (91% tidak akan kembali)
19% (81% tidak akan kembali)
54% (46% tidak akan kembali)
82% (hanya 12% tidak akan kembali)

Sumber: US OCA/White House National Consumer Survey (Morgan, 2003)
Sederhananya, apapun yang Anda lakukan, yang selalu diinginkan pelanggan adalah bahwa dirinya dilayani dengan serius, didengarkan, dihormati dan cepat Mungkin pelanggan tidak selamanya benar, namun pelanggan tetaplah pelanggan. Tidaklah penting pelanggan tersebut benar atau salah. Penting agar Anda berusaha sebisa mungkin memberikan pada pelanggan apa yang mereka inginkan atau butuhkan. Hal penting untuk diperhatikan adalah hubungan Anda dengan pelanggan, bukan siapa yang benar.
;Wajib kita lakukan
• Kenalilah kebutuhan pelanggan
• Peka akan ketepatan waktu
• Selalu berada satu langkah di depan pelanggan Anda (sensitif terhadap apa yang diinginkannya)
• Menguasai teknik berkomunikasi yang baik
• Banyak belajar untuk mendengarkan
• Memperhatikan pelanggan dengan tulus
• Belajar dari pengalaman
• Kaizen (continous improvement) terhadap pelayanan dan produk yang Anda berikan

Jangan sekali – kali
• Menjanjikan sesuatu yang muluk kepada pelanggan Anda
• Bersikap acuh tak acuh
• Tidak konsisten terhadap apa yang Anda katakan pada pelanggan
• Tidak mendengar secara efektif
• Tidak memberikan respon yang cepat
• Menghindar dari keluhan dan tidak berani menghadapinya
• Melemparkan dan mencari kesalahan pelanggan
• Emosional dalam menghadapi pelanggan yang sulit

Dengan selalu memperhatikan apa yang dibutuhkan pelanggan, kepuasan pelanggan diharapkan akan selalu turut terjaga. Kepuasan pelanggan akan lebih mudah diperoleh apabila Anda memiliki target. Bukan saja kuantitas produk yang berhasil Anda jual yang menjadi fokus penjualan Anda, tetapi jadikanlah pula usaha menggali kebutuhan dan harapan pelanggan sebagai salah satu target yang akan Anda capai. Jadi, selalu kenali pelanggan Anda dan binalah hubungan baik.

Bisnis dapat tetap berjalan dan berkembang melalui para pelanggan yang puas. Jadi, kesuksesan jangka panjang akan tercapai bila Anda senantiasa membina hubungan baik. Beberapa hal yang dapat menjadi pegangan dalam berhubungan dengan pelanggan:
· “Kita tidak hanya melayani pelanggan-kita juga harus memuaskan mereka.”
· “Kita tidak hanya memenuhi permintaan-kita juga harus mendapatkan peluang agar bisnis bisa berkelanjutan.”
· “Kita tidak hanya melakukan transaksi-kita juga harus membina hubungan baik jangka panjang.”
Kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci dari keberhasilan suatu bisnis. Jangan lupakan pelanggan yang telah Anda miliki. Usahakan terus menjalin komunikasi dengannya. Pelanggan yang puas tidak saja kembali lagi, namun mereka juga akan membawa teman-temannya. Hal ini akan menjadi jaminan bagi keberlangsungan bisnis Anda.

ilmu dagang bag 2


Mencari pekerjaan saat ini bukanlah hal yang gampang. Mungkin dengan menciptakan bisnis bisa menjadi salah satu bidang karir yang menjamin kelangsungan hidup Anda.

Namun, sebelum memutuskan untuk menciptakan sebuah bisnis, ada hal-hal yang harus diketahui sebelum membentuk sebuah usaha.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika telah memiliki bisnis.

Komitmen
Bisinis apapun yang ingin dijalankan, perlu adanya sebuah komitmen dalam diri. Komitmen tersebut yang membuat bisnis dapat berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Misalkan, Anda bisnis katering dan telah bekerjasama dengan satu perusahaan untuk melayani makan siang di perusahaan tersebut, Anda harus komitmen setiap harinya menyediakan makanan. Pastikan konsumen puas dengan rasa makanan dan kebersihan, serta ketepatan waktu. Jangan sampai makanan tiba saat jam makan siang telah usai.

Jalankan secara profesional
Sekecil apapun bisnis Anda, tetap memiliki regulasi dan kebijakan tersendiri. Anda harus memiliki prosedur, memiliki tim kerja dengan jabatannya masing-masing serta memiliki klien. Catat dan simpan semua dokumen yang berhubungan dengan bisnis Anda untuk bisa di-review setiap bulan atau tiga bulan sekali.

Bekerjasama dengan orang yang handal
Sangat baik, di dalam melakukan bisnis, Anda bekerjasama dengan orang yang handal. Apalagi, jika Anda masih amatir, Anda membutuhkan ide dan dukungan moral maupun material. Jadi, sebaiknya carilah rekan bisnis yang mau diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha.

Jadilah tidak nyaman
Kenyamanan tidak membuat Anda maju. Sedangkan ketidaknyamanan dalam bisnis menuntut Anda terus berpikir dan bergerak maju. Ketidaknyamanan lebih dimaksudkan ke arah ketidakpuasan dalam pencapaian bisnis.
Kalo kita ga berani rugi percuma mau mulai bisnis
seperti banyak orang mengalami kerugian yang besar seperti sodara  yang jadi agen pulsa besar di provinsi lain. tapi dia tetep berusaha membalikkan keadaan kembali
ada pula yang setelah mengalami kebangkrutan dia tidak berani mengembalikan keadaannya. karena dia stres akan hutang dan lain lain, semua itu memang sulit tapi itu semua pasti ada jalan

Karena RUGI yang membuat kita menjadi belajar akan kesalahan kita dari berbisnis. ini juga sebagian dari kisah   yang bangkrut tapi masih bisa bangkit

Dalam mengawali mengkonsep sebuah bisnis, saya pribadi selalu terinspirasi dengan perkembangan konsep pemasaran yang terjadi. Dahulu Produsen atau dalam hal ini pengusaha selalu berusaha menjual produk yang mereka bisa buat. Secara sederhana kalau saya bisa membuat sandal model japit karet, maka saya akan membuat sandal model japit karet baru kemudian berpikir bagaimana cara menjualnya. Kendalanya adalah tidak semua orang akan menyukai produk buatan saya, dan saya juga akan bingung bagaimana dan kepada siapa saya menjualnya. Paradigma itu mulai berubah semenjak tahun 90-an, konsep pemasaran mulai merubah titik fokusnya dari produk ( Product Concept ) menjadi fokus kepada konsumen ( Costumer Concept ).

Konsumen saat ini menjadi bagian terdepan dalam Ilmu marketing. Saat ini sebelum membuat sebuah produk para marketer akan melakukan Riset terlebih dahulu kepada para konsumennya, baru setelah itu baru membuat produk. Jadi menurut saya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah

1. MENANGKAP PELUANG PASAR.
Jika bingung ingin memulai usaha apa, coba saja kita lihat di keadaan lingkungan sekitar kita. kita bisa memulai dari hal – hal yang paling kecil seperti apa yang sedang tren dilingkungan kita, makanan jenis baru yang mulai di gemari di lingkungan kita, atau kita menemukan hal – hal kecil yang dapat kita manfaatkan. Contoh : misalnya saat ini sedang Nge-hit komunitas sepeda, ini tentu bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan….. Dari mulai menjual produk sepeda, spare part, aksesoris tambahan dll. atau kita juga bisa menawrkan produk jasa seperti : jasa modifikasi, jasa perbaikan, jasa persewaan sepeda ( yang ini sejauh ini saya melihat belum ada di Pasar, patut dicoba . Menangkap peluang memang butuh sensitifitas, tetapi yakinlah hal ini bisa dilatih.

2. MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH
JIka kita bingung mau usaha apa, kita bisa saja memodifikasi usaha yang sudah ada. Bukan cuma meng – copy paste akan tetapi kita perlu menganalisa terlebih dahulu Konsumen dari usaha tersebut dan kemudian dengan kreatifitas kita memodifikasi usaha tersebut.

yaaah mungkin dengan 2 hal tersebut dapat mendorong kita untuk bisa mendapatkan ilham untuk mau memulai usaha apa,,,,, semoga bermanfaat

Pelanggan adalah raja


Pelanggan adalah Raja..
kenapa  bilang begitu? coz pelanggan adalah sumber rejeki kita. berikan pelayanan prima kepada pelanggan dan akan menghasilkan sisi positif ke usaha kita.

terapkan hospitality / keramah tamahan kepada semua pelanggan dan jangan tebang pilih. Andaikan mereka selingkuh namun mereka pasti pernah cerita kepada teman, saudara atau orang lain tentang pelayanan kita. jadi hilang satu pelanggan karena selingkuh namun timbul pelanggan baru karena referensi dari pelanggan yang selingkuh.

piutang.. yep, kalau bisa jangan kita berikan piutang kepada pelanggan. namun piutang merupakan strategi bisnis dan bisa dimasukan sebagai pelayanan kepada konsumen namun jangan berikan piutang dengan mudah dan cobalah berikan alasan yang masuk akal agar pelanggan tidak berhutang.

Untuk mengantisipasi masalah piutang cobalah  untuk menganggarkan biaya di akuntansi usaha anda. Misalkan biaya ragu-ragu Rp.100.000,- jadi batasi pelanggan berhutang sampai batas Rp.100.000,-. jadi apabila pelanggan berhutang dan macet  gak rugi karena jumlah piutang tersebut sudah masuk kedalam biaya operasional .

Ilmu sebelum berdagang


1. tipe barang dagangan
ada beberapa cara memilih barang yang mau diperdagangkan secara efektif, yaitu:
– sesuaikan dengan minat kita
misal,  sangat tertarik dengan dunia elektronika, utak atik tivi, dvd player, dll, maka barang jenis ini layak untuk diperdagangkan, karena pasti  akan lebih menikmati proses mencari uang dengan menjual barang2 tsb.
– sesuaikan dengan karakteristik daerah tempat tinggal kita
jika tinggal di kampung yang agak pedalaman, maka tidak layak kalau  buka showroom mobil di sana, atau butik baju2 berkelas, karena pasti peminatnya juga akan sangat sedikit. begitu pula jika tinggal di kota besar, gak akan banyak peminat kalau jualan gerabah dari tanah liat, atau aneka caping yang biasa dipakai petani.
– sesuaikan dengan modal kita
intinya, modal besar –> carilah barang dagangan yang cepat terjual (fast moving) meskipun margin nya sedikit
modal kecil –> carilah barang dagangan yang margin nya besar sekalipun lama terjual (slow moving)
penjabaran tentang ini akan dibahas lebih detil di bawah

2. membaca kekuatan modal
point kedua ini akan sekaligus menjelaskan tentang “sesuaikan barang dagangan dengan modal kita”
misal  punya modal 10juta, dan  dagang barang2 sembako yang keuntungan rata2 per pcs nya 3%.
barang sembako adalah barang yang fast moving, jadi barang-barang  cepat habis dan cepat masuk stok, lalu habis lagi, dst..
agar lebih mudah, begini ilustrasinya:
10jt — hari ke-3 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,3jt
10,3jt — hari ke-6 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,6jt
10,6jt — hari ke-9 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,9jt
dst..
sampai pada hari ke-30 (1 bulan) barang habis, modal menjadi 13,43jt

sekarang misal ane punya modal 10jt, dan ane dagang baju (eceran pastinya), yang keuntungan mencapai 30% per pcs, tapi slow moving
10jt — hari ke-7 barang habis, untung 30%, modal jadi 13jt
13jt — hari ke-14 barang habis, untung 30%, modal jadi 16,9jt
16,9jt — hari ke-21 barang habis, untung 30%, modal jadi 21,9jt
21,9jt — hari ke-28 barang (1 bulan) habis, untung 30%, modal jadi 28,5jt

nah berarti bisa disimpulkan, modal kecil harus jualan barang yang margin nya besar, sekalipun barang tsb slow moving.

nah, sekarang, misal  punya modal 100jt,  jualan sembako. jika disamakan dengan ilustrasi di atas, maka pada hari ke-30 (1 bulan) barang habis, modal menjadi 130,43jt

sedangkan kalo  bisnis baju (eceran), gak akan sesuai dengan ilustrasi sebelumnya. mengapa? karena bisnis baju eceran slow moving, dan jika kita stok barang hingga senilai 100juta, bisa dipastikan barang tidak akan cepat habis terjual. jika mau cepat habis terjual, maka harus jual grosir yang margin nya mungkin berkisar 5-10% saja, dan tetap saja tidak berputar secepat jual sembako.

jadi kesimpulannya, modal besar harus jualan barang yang fast moving, sekalipun marginnya kecil


3. jangan terlalu manjakan pelanggan!

pepatah lama bilang, “pelanggan adalah raja”
tapi  berani bilang, “tidak semua pelanggan adalah raja”
kenapa? karena tidak semua pelanggan loyal terhadap kita!
kita semua adalah pelanggan, pelanggan warung tetangga, pelanggan operator selular, pelanggan tukang sayur, pelanggan angkot, dll
sekarang, misal ada tukang sayur baru yang jual lebih murah dari tukang sayur langganan kita, apakah kita tidak tertarik untuk pindah langganan? belum lagi jika tukang sayur tsb lebih lengkap dagangannya, bisa diutang lagi
begitu pun kita, dalam berdagang, akan banyak kejadian pelanggan yang suka berpindah-pindah. sekalipun kita servis dia dengan nilai plus, berupa diskon, atau layanan yang ramah, bahkan hutang, tapi tidak akan ada pelanggan yang 100% loyal terhadap anda!
misal jualan sembako,  jual minyak goreng murah, tapi di sebelah  ada warung yang jual terigu murah, maka bisa saja terjadi, pelanggan  hanya beli minyak goreng  (hutang lagi) tapi diam2 beli terigu ke warung sebelah, sekalipun  sudah mati2an menjaga dia supaya belanja hanya ke tempat saya (biasanya diikat dengan memberi hutang ke pelanggan tsb). besoknya,  turunin harga terigu , eh pelanggan tsb tetep aja belanja ke sebelah, karena timbangannya lebih “anget” di sana. besoknya lagi timbangan terigu  “angetin”, dia teteppp aja belanja ke sebelah, karena ternyata dia suka sama pedagang nya yang guanteng

pusing dah

Usaha Wedding/ Prewedding Fotografi


Modal :
1. Kartu nama 1 box = 50 ribu
2. Handphone : ane anggep udah pada punya jadi = 0
3. Pulsa : 200.000
4. Flashdisk 4GB = 100.000
5. Iklan di Media2 Online (termasuk Kaskus) = 0
6. Biaya Online di Warnet = 100.000
7. Kemampuan memotret dan mengarahkan gaya
jadi totalnya kira2 cuman 350 ribu.. Sistem :
1. Beriklan di Media2 Online
2. Bekerjasama dengan vendor2 lain (katering, dekorasi, perias, gedung, dll)
3. Dari mulut ke mulut (tawarin ke temen, temennya temen, sodaranya temen, temennya sodara, dst)

Perhitungan pendapatan :
Kita asumsikan 1 job prewedding seharga 1.500.000
Biaya Produksi :
1. Sewa Kamera : 200.000
2. Cetak album : 350.000
3. Biaya edit foto : 300.000
Total Biaya produksi kira2 850.000
Profit = 650.000 / job prewedding…