Analisa Usaha Sticket /Cetak



Pengalaman saya ini ditujukan untuk pemula yang ingin membuat sebuah usaha jasa, dalam kasus ini saya contohkan perhitungan untuk menentukan harga jual dan bep dalam industri digital printing.
Mudah-mudahan dasar dasar usaha ini dapat membantu siapapun yang ingin memulai atau menjalankan bisnis dibidang ini. Berikut kerangka awalnya.

1. Penentuan modal awal
2. Menghitung bep dan penentuan harga jual
3. Target pengembalian usaha

Nah.. setelah 3 point diatas maka sekarang saya akan membahas detailnya.
Penentuan modal awal, kita tentukan dulu berapa dana kita yang tersedia (diluar dana pinjaman dari bank). Katakan kita memiliki uang sejumlah 400 juta, lalu alokasinya kita gunakan untuk sewa tempat, pembuatan legalitas usaha, renovasi ruang usaha, pembelian pendukung proses kerja, atk, fixtur dan pembelian mesin produksi serta bahan2 yang akan digunakan.

– Sewa tempat (ruko) 2tahun = 70 juta
– Legalitas usaha (CV) = 4 juta
– Renovasi = 10 juta
– Pendukung kerja (komputer) 3 unit x 6juta = 18 juta
– Pendukung kerja (mesin fax) = 1.5 jt
– Pendukung kerja (printer multi function) = 2 jt
– ATK (keperluan perkantoran) = 2 juta
– Fixture (meja office, meja kerja, kursi, dll) = 5 juta
– Mesin produksi (large format printer indoor – outdoor) = 230 juta
– Mesin produksi (cold laminating manual lebar 1.6m) = 10 juta
– Bahan / material produksi (stiker, flexy, paper dll) = 25 juta

Total biaya yang harus disiapkan sekitar 377.5 jt berarti masih ada cadangan deposit 22.5 jt.
Sekarang mari kita hitung untuk bep sekaligus harga jual yang akan kita tentukan dari produksi kita.

Spesifikasi mesin, kapasitas cetak / jam. Kebanyakan supplier penjual mesin printing mengatakan bahwa kecepatan cetak bisa cepat namun kondisi aktual tidak selalu benar karena banyak faktor yang dapat menghambat pekerjaan tsb, contohnya seperti kec. Cetak untuk resolusi 360×720 adalah 14 meter/jam dan 720×720 = 7 meter/jam.

Memang benar jika kita mencetak dengan ukuran 1x7meter akan selesai dalam tempo 1 jam. Namun itu perlu speed tercepat mesin yang mencapai 1000mm/s. Cuma kenyataannya umur motor mesin tersebut akan lebih cepat (harga motor 9-10 juta dan pemakaian speed yang cepat terus menerus paling kuat bertahan 1-1.5 tahun) lalu pekerjaan pencetakan yang cepat perlu conditioning (pengeringan tinta) lebih lama dari biasanya, efeknya hasil cetakan mudah tergores dan bahan cetakan (stiker)sulit untuk diaplikasikan ke media yang akan kita tempel. Jadi kapasitas cetak menurut hemat saya adalah 360×720 = 9 meter dan 720×720 = 5 meter.

Harga bahan cetakan (stiker kualitas baik) 20 ribu/m2, harga konsumsi tinta mesin ini sekitar 6000/m2 namun harga diatas belum termasuk waste yang tidak terpakai 10 – 30%. Kita ambil tertingginya 30% karena sekalian untuk menutupi kegagalan yang akan terjadi. Jadi modal bahan saja sekitar : stiker 27 ribu + tinta 8 rb = 35 ribu untuk setiap meter perseginya. Dari data harga modal material dan kapasitas cetak kita bisa membuat suatu BEP yang saya tentukan selama 2 tahun.

Mesin printing : 24 bulan : hari kerja : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi asset mesin
230000000 : 24 : 25 : 6 : 5 = Rp.12.800,-
Sewa tempat : 24 bulan : 30 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi sewa tempat
70.000.000 : 24 : 30 : 6 : 5 = Rp.3.250,-
Gaji karyawan & listrik, air, telepon, dll : 25 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi operasional
10.000.000 : 25 : 6 : 5 = Rp. 13.300,-

jam kerja mesin tidak sama dengan jam kerja karyawan yang 7-8 jam karena mesin tidak mungkin nonstop 8 jam. dia juga perlu astirahat 1-2 menit setiap selesai pencetakan dan belum lagi kalo ada proses cleaning, maintain berkala dll.

Berarti modal kerja kita sebenernya = alokasi diatas ditambah modal bahan. Jadi hitungannya
12.800 + 3.250 + 13.300 + 35.000 = Rp. 64.350,- ini adalah modal murni kita, jadi kalo kita mau jual stiker dengan harga murah tapi bagus ada dikisaran 90 – 100 ribu. Cuma perlu diketahui sekarang banyak para pemula yang berani menjual harga di kisaran 50 -70 ribu dengan kualitas 720×720 dpi. Biasanya mereka sudah mempunyai klien tetap yang selalu order setiap bulannya dalam kapasitas besar. Sehingga dapat menutupi biaya operasional dan penurunan asset usaha (depresiasi) yang mencapai 25 juta setiap tahunnya.

Nah terkadang kita menemui kendala seperti ini, Saat supplier kita sudah menagih karena pembayaran kita untuk pembelian bahan sudah jatuh tempo, sedangkan tagihan kita di customer masih belum terbayar. Akhirnya kita harus memakai cadangan deposit kita dulu. Parahnya lagi ternyata customer kita bangkrut / fiktif. Saat kita datang menagih, tempat usaha sudah kosong. Ini sudah pernah saya alami. Akhirnya uang kita diluar terancam hilang.

Banyak para pemula yang tidak mengerti hal ini. Seperti kasus dari cerita teman saat menjelang pilkada. Dengan di sodori keuntungan yang besar dia berani membeli 2 unit mesin printing outdoor. Saat proses order sebanyak ribuan meter dia mempercayai begitu saja pada orang yang memberinya order. Ternyata setelah pilkada selesai dan si calon wakli rakyat tidak terpilih pembayarannya menggantung selama 6 bulan. Dan sampai sekarang belum jelas. Sedangkan sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk pembelian material, dan biaya operasional,. Belum lagi penyusutan mesin seperti spare partnya.

untuk menentukan target pengembalian usaha coba kita perluas cakupan usaha ini seperti menerima jasa design, cetak id card, sablon, jasa branding dll. jika menghitung kapasitas cetak mesin dengan cara saya selama 1 bulan yaitu :

5 meter x 6 jam x 25 hari = 750 m2 untuk resolusi 720 x 720 dpi.
dengan operator yang jago dan ahli kapasitas bisa kita tingkatkan menjadi
7 meter x 7 jam x 25 hari = 1.225 m2. nah coba hitung. hitungan pertama kita ambil untung Rp.10.000,- dan yang kedua Rp. 8.000,-? tetap lebih menguntungkan yang kedua. apalgi kalo marketingnya bagus (banyak order) dan ada sistem shift.
7 meter x 20 jam x 30 hari = 4200 m2. nah yang ini keuntungan walaupun kita cuma ambil Rp. 2.500 tetap masih untung dari yang kedua.

Jadi sekedar saran saja bagi yang ingin memulai usaha, harap membuat managemen yang benar2 bagus untuk sistem intern maupun external perusahaan.

Nah demikian sedikit sharing dari saya. Semoga dapat membantu bagi yang ingin membuat usaha percetakan. Sebagai info tambahan. Untuk menekan harga jual paling efisien, kapasitas cetak kalo bisa dimaksimalkan yaitu sebanyak 20 jam kerja mesin atau dibuat shift kerja. Namun marketingnya harus jago dan banyak yang menyebabkan cost operasional pasti akan tinggi. 
kadang ditengah jalan kita menemukan beberapa kendala, sebagai contoh kekurangan dana. saat kita kekurangan modal adalah kondisi dimana suatu keputusan menjadi dilema.

bila kita memutuskan untuk menerima suatu pekerjaan besar yang membutuhkan suatu modal besar, berarti kita sudah masuk ketahap 1 dari terkenalnya brand perusahaan. namun terkadang modal yang kita butuhkan tidak sepenuhnya berhasil kita dapatkan. bila kita memutuskan untuk mencari pinjaman dari bank, dana yang cair tidak dapat dijamin kapan dan berapa jumlahnya, sedangkan deadline terus berjalan.

sampai disini apabila seorang pemimpin perusahaan yang terlanjur menerima pekerjaan tersebut dengan dalih untuk nama besar nantinya sedangkan kemampuan dana tidak sesuai, biasanya akan melempar beberapa persen skup pekerjaannya lantaran kurangnya modal usaha untuk pembelian barang material yang harus dibayar secara cash. namun, kembali lagi kepada seberapa banyak dan dekat partner bisnis kita yang sudah/dapat mempercayai kita sepenuhnya dalam hal penagihan pembayaran nantinya.

dilemanya suatu kondisi tersebut adalah bila kita tolak kita telah melepas suatu kesempatan besar untuk masuk kedalam proyek tersebut dan selanjutnya, namun bila kita terima dengan modal yang secukupnya tanpa memperhitungkan biaya-biaya lain dalam proses kerja nantinya maka akan berbalik menjadi buruknya brand usaha kita karena bisa jadi kualitas hasil kerja akan menurun dan penyelesaian pekerjaan menjadi lebih lama dan yang paling parah klien kita akan kecewa dengan kualitas kerja yang tidak seragam.

disinilah pentingnya modal yang kuat dalam berinvestasi dan menjadi seorang pengusaha. menurut hemat saya, minimal deposit/uang kas aman adalah sebesar 20-30% dari total seluruh asset perusahaan. mungkin ini pula yang menjadikan statement kenapa dp biasanya sebesar 20-30%.
yah.. siapa yang tahu. semuanya kita kembalikan kepada k
ebijakan masing2 personal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s