resep chesee stick


Bahan:

  • 350 gr terigu protein sedang
  • 70 gr tepung kanji
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt baking powder
  • 1/2 sdt kaldu ayam instan
  • 70 gr margarin
  • 150 gr keju cheddar parut
  • 2 sdm air es
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat cheese stick :

  1. Ayak terigu, tepung kanji, garam, dan baking powder
  2. Campur dengan kaldu ayam instan, margarin, keju parut. Aduk dan remas sampai adonan tercampur rata.
  3. Tambahkan air es dan telur.
  4. Remas kembali sampai adonan kalis (tidak lengket di tangan)
  5. Gilas dan tipiskan dengan menggunakan penggiling mie sampai ketipisan ukuran 1-2 mm
  6. Kemudian potong sepanjang 10 cm
  7. Goreng sampai matang dan kekuningan. Kemudian angkat dan tiriskan
  8. Tunggu sampai dingin baru kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Keterangan:

  • Tidak mempunyai penggiling mie bukan merupakan halangan untuk bisa membuat cheese stick di rumah. Adonan bisa digiling secara manual dengan menggunakan botol hingga menghasilkan ketipisan yang dikehendaki
  • Masukkan cheese stick sedikit-sedikit ke dalam minyak panas supaya tidak saling lengket
  • Ingin menghasilkan varian cheese stick yang lain? bisa menghilangkan bahan keju dan menggantinya dengan bawang goreng dan daun seledri

 

Kecil – Kecil Cabe Rawit


Bagi sebagian orang memulai usaha mungkin bukan persoalan mudah. Pilihannya bisa jadi “ hidup “ atau “ mati “.
Tapi banyak pula yang mengatakan itu masalah kecil.
Menurut mereka yang berpendapat demikian, selama ada kemauan pasti ada jalan. Begitulah kira kira gambaran sederhana yang kerap kita dengar dari obrolan santai mengenai kewiraausahaan.
Apakah sesederhana itu ??????
Kalau kita menyimak kisah sukses pengusaha / wirausahawan sepertinya terdapat benang merah yang bersifat universal yaitu Keuletan dan berani menempuh resiko. Apalagi kalau ditunjang dengan modal dan dukungan infrastruktur lainya.
Kata orang keuntungan sudah di depan mata.
Namun dari pengalaman sukses pengusaha, hampir tidak ada yang mengawali bisnis mereka dengan kesiapan 100 %. Masuk akal, Kalau menunggu semua siap dan sempurna 100 % kapan bisa dimulai?
Pengalaman Ferdinand Kristianto, pemilik Cannizaro yag bermarkas di depok, memang unik meski bukan suatu hal yang baru, menurut dia bisnis distro yang digelutinya tidak lebih dari keisengan berbuah keberuntungan , Apalagi tujuan awal menekuni bisnis tersebut karena factor hobi pada desain yang menarik dari suatu pakaian.
Nah kalau Yuyun, pemilik dewi group, malah bisa di bilang modal nekat, bayangkan dia hanya berbekal Rp. 1 juta dia memutuskan untuk berbisnis pada awal 1990an dengan membeli kacamata. Sekarang pengusaha itu telah memiliki 70 karyawan untuk mengelola 4 ruko.
Anda tertarik berbisnis ? begitu luas bidang usaha yang bisa diexploirasi. Apalagi di era digital sekarang ini, apa sih yang tidak bisa diakses, tinggal klik aja kok …

BEHAVIOR INTELIGENCE


BEHAVIOR INTELIGENT

Dalam bekerja ia hampir tidak pernah menolak tugas dan seolah tahu dengan jelas apa yang ia inginkan. Ia pun mengerjakan secara cepat dengan kualitas yang baik bahkan hampir sempurna . Bayangkan betapa bernilainya individu seperti ini.

Dalam situasi lain kita sering menemukan orang – oang yang selah olah tidak kepikiran mengenai apa yang harus dilakukan, meskipun sudah berpengalaman selama puluhan tahun. Ada yang jelas – jelas punya wewenang dan tanggung jawabyang tinggi di perusahaan, tetapi terlihat seolah melimpahkan semua pelaksanaan pada orang lain, seakan lupa bahwa oarng tersebut adalah ahli exsekusi.

Bila kita dengarkan baik baik, bisanya mereka punya analisis yang benar bahkan tidak jarang menunjukan pengetahuan, argumentasi yang cemerlang. Hanya saja ketika bicara soal pelaksanaan, bahkan yang sangat sederhana , pembicaraan mulai berputar – putardan mereka seolah – olah gelap dalam membuat ction plan dan kerangka waktu.

Teori yang begitu kuat langsung terasa  mentah bila individu tidak dapat menentukan prioritas, memilih hal apa yang harus dilakukan terlebih dulu, mana yang harus di pelajari, dan ana yang boleh disisihkan. Ujung – ujungnya kita menyebut individu – individu seperti ini sebagai “ OMDO “, Tidak Walk the talk

“ Behavior Inteligent “ adalah sekumpulan keterampilan dan kemampuan untuk menyeleksi, mengeksekusi, dan memilih tindakan yang tepat untuk mengelola suatu situasi , baik social maupun bersifat proyek nonmanusia.

Orang yang inteligensi emosi tinggi adalah smart with people, sementara orang dengan behavior intelligence tinggi, tahu cara menyelesaikan tugas, baik itu yang melibatkan orang maupun tidak.

Jadi emotional intelligence bisa embedded dalam behavior intelligence , tetapi tidak semua orang yang ber IQ tinggi otomatis memiliki behavior intelligence yang tinggi.

Orang denga behavior intelligence tinggi mempunyai kapsitas operasional yang kuat. Waktu, tindakan, keputusan, menjadi komoditas di dalam pikirannya. Ia pun peka deadline . Bahasanya  “ bahasa waktu “

Contoh : Dalam 30 menit kamar ini harus siap.

Bahasa “ kita “ biasa di gunakannya

Orang seperti ini tidak berkutat pada egonya tapi lebih terobsesi dengan menyelesaikan Tugas.

Bagi mereka sikap terhadap orang lain tidak sulit dikembangkan karena seseorang dengan operational excellence tahu harga orang lain, yang bisa diajak bekerja bersama dalam meyelesaikan tugasnya.

Iatilah “ pelaksana “ untuk karyawan yang berkemampuan “ operasional “ sering mengakibatkan kita lupa bahwa sampai tingkat executive pun kita perlu menguasai eksekusi.

Bahkan seorang jenderal George s paton terkenal dengan ucapannya “ An active mind cannot exist in an inactive body.

Kita perlu ingat peter drucker menekankan “ Executives are doers, they execute “, u tak banyak gunanya bila para executive tak mampu menerjemahkan ke dalam tindakan. Seorang pemimpin harus bisa mengecek kualitas dan pencapaian hasil dan langsung membayangkan cara – cara pencapaiannya.

Bukankah orang yang sukses melaksanakan tugas juga kan merasa happy ?????

“ A really great talent finds it happiness in execution “.

Costumer Care Management


COSTUMER CARE MANAGEMENT

 

Ingat !!!!!!!

 

Apa yang baik hari ini belum cukup baik untuk besok tuntutan pelanggan senantiasa berubah perubahan itu harus selalu disikapi dan diimbangi salah satunya dengan kita perbanyak training .

          Pelanggan / Tamu akan memilih menilai hotel kita tidak hanya karena image? Besarnya hotel, gedung yang megah & fasilitas yang lengkap saja , namun…………….

 

“ Sebaik apa orang – orang yang bekerja di Hotel tersebut mampu melayani dan memuaskan mereka “

Artinya sebaik apa kita dapat memberi pelayanan kepada tamu.

Yaitu dengan menerapkan Pesona Horison  6 K

  1. Keramahan / Hospitality
  2. Kesungguhan/ Sincherely
  3. Kecepatan/ Speed
  4. Kehangatan/ Warmth
  5. Kepedulian/ Care
  6. Ketulusan/ Integrity

 

Maka “  jadilah yang terpilih “ dan melayani dengan “ pelayanan yang alami dan elegant “.

Kata  “ Jadilah yang terpilih “ yang dimaksud disini adalah kita, Saya dan Temen – temen, Berbahagialah bahwa kita sudah menjadi yang terpilih.

Karena kita sudah menjadi pelayan bagi tamu – tamu kita.

“ Melayani dengan pelayanan yang alami dan elegant, maksudnya kita melayani dengan hati bukan hanya melalui mimic yang dimanis – maniskan tetapi sebuah ketulusan dari hati.

Ketulusan urutan ke berapa di 6K ke 6

Exc : Thelepone Manner

          Ada yang masih ingat ???????????

Telephone Manner

  1. Segeralah untuk menggangkat telepon pada saat berdering, Sebelum deringan ke tiga.
  2. Pada saat mengangkat telephone, jangan berbicara pada orang lain sehingga penelepon bisa mendengar pembicaraan anda.
  3. Menjawab Telephone  = Tempat + Salam + Perkenalan + Menanyakan Bantuan.

Contoh : Housekeeping Selamat Siang Dengan Sigit Bisa Dibantu ?

  1. Tanyakan Dengan Sopan Maksud dari Penelepon.
  2. Catat Apabila ada pesan yang disampaikan.
  3. Mengulangi pesan yang disampaikan  dan menanyakan apa bila ada pesan / hal hal yang kurang jelas.
  4. Apabila Penelepon sudah selesai  berbicara, ajukan pertanyaan “ Ada hal lain yang bisa dibantu ?
  5. Bila Semua sudah selesai disampaikan  oleh penelepon, lakukan pengulangan pesan yang telah disampaikan kepada penelepon.
  6. Bila pembicaraan sudah selesai, ucapkan terima kasih dan greeting untuk mengakhiri Pembicaraan.

 

Ok ada pertanyaan sampai disini ??????????????????????????????????

Quizzzzz

Quiz ini terdiri atas 4 pertanyaan untuk menuji apakah anda Qualified untuk menjadi seorang professional

Pertanyaannya mudah saja jadi jawab saja sebisa anda

  1. Bagaimana memasukan kedalam kulkas seekor jerapah ?????
  2. Bagaimana memasukan seekor gajah ke dalam kulkas ????????????
  3. Raja Hutan The Lion King Menjadi tuan rumah konferensi para binatang tentu semua hadir , tapi ada yang gak hadir tentunya siapa kah dia ???????????
  4. Ok jika anda gagal menjawab ke tiga pertanyaan anda masih punya satu kesempatan untuk membuktikan kemampuan anda
  5. Anda harus menyeberangi sungai yang terdapat banyak buaya , bagaimana caranya

 

FALSAFAH COSTUMER CARE

Kepuasan pelanggan melalui pemberian pelayanan terbaik atau pelayanan prima adalah factor terpenting yang menentukan kesuksesan Hotel Kita.

Prioritas utama dalam setiap usaha & bisnis suatu Hotel adalah  “ bagaimana kita mendapatkan dan mempertahankan pelanggan “.

  1. Bagaimana kita mendapatkan pelanggan,  kita semua seluruh karyawan adalah seorang Marketer / Sales bagi hotel. “ We All Is The Marketer “, Jadi kita otomatis dituntut untuk ikut memasarkan/ menjual hotel secara keseluruhan baik itu product Kamar, Pool, Spa Massage , and Food ( Restaurant ).

Karena kita dituntut seperti itu maka kita mau gak mau harus tau tentang product yang kita jual, bukan hanya tau tapi juga paham sampai detil product yang kita jual, Dengan cara belajar tentang segala hal tentang product ataupun promo – promo yag sedang berlangsung di hotel.

Exc : Every Event give brochure to all staff untuk ikut memasarkan/ memberitahukan promo – promo ke tetangga atau ke teman , ke atasan istri kita mungkin kalau istri kita bekerja,

100 karyawan  masing – masing dpat 1 pelanggan iitu sangat Amazing lho luar biasa.

Kalau sebuah event sukses ujung – ujungnya service kita naik siapa yang gak mau hayoooooooo…………..

Any Question ????????????????????

  1. Mempertahankan Pelanggan

Ini adalah hal yang lebih sulit dari pada mencari pelanggan.

Nanti kalau hotel baru sudah jadi maka produt sudah pasti TOP MarKOTOP.

Tinggal kita sebagai pelayan untuk melayani tamu

Beberapa cara :

  1. Merawat kamar tamu dengan baik, bersih, rapi, harum dan hygenis.
  2. Selalu meng update tentang product yang kita jual.
  3. Ikuti aturan dalam “ How To Handling Complain “.
  4. Belajar Bahasa Inggris & Mandarin.
  5. Jaga Kesehatan, Minum vitamin, jamu, jaga konsentrasi di jalan.
  6. Always use a parfum & Hairmask.

 

Ada tambahan di bagian ini dari teman teman / Pak sulis …………………

Ada pertanyaan ??????????????????????????????????????????????????

Hotel kita harus menjadi pilihan terbaik bagi para pelanggan / Tamu karena

“ Semua gaji / Upah serta Uang Service “ Secara tak langsung di bayar oleh tamu .

Satu hal yang sangat perlu dicermati sebagai suatu kenyataan adalah bahwa pelanggan akan selalu pergi ke tempat yang lebih memperhatikannya

DI PERTEMUAN MENDATANG KITA COBA BAHAS KONSEP DASAR PEMASARAN Ok ………………………………………………

HOW TO HANDLING COMPLAIN

1

2

3

4

5

Jangan pernah menilai orang lain dari bajunya


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju,acap menipu.

Aku mau bayar waktu papa setengan jam


Seperti biasa Anton , Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

ilustrasi
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. “Kok, belum tidur ?”sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan Dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ? ” Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.”Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa…” Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut. “Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.